Whatsapp (+62) 085265421457 / (+65) 081087368 hi@batam-city.com

Hingga sore ini, Rabu (15/11/2017), jumlah korban luka-luka akibat kecelakaan kereta api cepat Singapura (SMRT) bertambah menjadi 28 orang.

Dua di antara korban tersebut mengalami luka berat, sementara 26 lainnya mengalami luka ringan hingga sedang.

Angka tersebut tidak termasuk dua orang staf SMRT yang mengalami luka-luka.

Tabrakan MRT tersebut terjadi sekitar pukul 8 pagi tadi di Stasiun Joo Koon, Singapura.

Dari 15 korban yang dikirim ke Rumah Sakit NUH, satu menolak pengobatan dan kembali ke rumah.

Sedangkan 13 orang menerima perawatan dan telah dipulangkan.

Satu penumpang saat ini masih dirawat di rumah sakit untuk observasi.

Kementerian Transportasi, Otoritas Transportasi Darat (LTA) dan SMRT mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para penumpang yang terluka telah mendapatkan perawatan yang diperlukan. (straitstimes)

Dikutip dari straitstime, juru bicara rumah sakit mengatakan bahwa dua pasien dinilai menderita luka parah di bawah kategori P2.

Luka parah tersebut meliputi fraktur anggota tubuh dan dislokasi sendi.

Sementara yang luka ringan rata-rata karena keseleo.

Insiden tersebut menyebabkan penundaan panjang jadwal kereta di Jalur Timur-Barat. Sebelumnya diberitakan: Kecelakaan Kereta Api Cepat MRT Singapura, 23 Penumpang Luka-Luka.

Sebanyak 23 penumpang dan dua staf SMRT mengalami luka ringan sampai sedang dibawa ke Rumah Sakit Universitas Nasional (NUH) dan Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong.

Tiga penumpang lainnya mencari perawatan di Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong pada sore harinya, sehingga jumlah korban luka dirawat di sana sampai 13 orang.

Sembilan penumpang telah dibolehkan pulang, dua masih dirawat, dan dua lainnya saat ini masih di rumah sakit untuk observasi.


Source:

Thestraitstimes

Comments

%d bloggers like this: