aksi  Brutal dan keji penyerangan Teroris yang ingin membunuh, di Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman. Penyerangan tersebut terjadi saat jamaah melakukan misa pagi.

Menurut keterangan akun Twitter @yasintavaniaa pelaku yang melakukan penyerangan memasuki area gereja dengan membawa senjata tajam. “Baru aja pagi ini Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman diserang sama seseorang yg bawa pedang waktu misa pagi,” tulis akun Twitter @yasintavaniaa.

https://www.youtube.com/watch?v=RgkCeHfGLV8

Jadi Korban, Romo Prier Sedang Bantu Layani Misa Gereja Lidwina

Hingga saat ini belum ada keterangan dari kepolisian mengenai tragedi penyerangan tersebut. Belum jelas berapa korban dari penyerangan ini. Namun menurut keterangan akun Twitter @prastow, ada korban luka. “Terjadi penyerangan dalam sebuah misa di kapel di Jogja. Pastor Prier, SJ dibacok dan terluka. Menyedihkan, Jogja kok jadi begini,” tulis akun Twitter @prastow.

Buya Syafii turun langsung meninjau lokasi kejadian. (foto: Twitter/@prastow)

Kejadian ini tentu membuat banyak pihak resah. Bahkan mantan ketua Umum Muhammadiyah, Buya Syafii turun langsung meninjau lokasi kejadian. Runtutan kejadian masih belum jelas namun berikut kronologi yang dijelaskan akun Twitter @yasintavaniaa.

1. Kronologinya: waktu misa (ibadat) tiba-tiba ada seseorang yg masuk gereja bawa pedang & melukai kepala Romo Prier yg saat itu sedang membawakan misa. Sekarang beliau sudah ada di RS Panti Rapih.

foto: Twitter/@yasintavaniaa

2. Kondisi gereja saat ini:Tampak gereja diberi garis polisi & kondisi di dalam gereja porak poranda. Sampai bagian kepala patung Bunda Maria juga dipenggal.

foto: Twitter/@yasintavaniaa

3. Update korban ada beberapa orang yg dilarikan ke RS Akademik UGM & RS Panti Rapih. Saat ini pelaku sudah diamankan dan dimintai keterangan oleh kepolisian setempat (Sleman, DIY). Semoga kejadian ini tidak terulang lagi & bisa diselesaikan secara adil.

foto: Twitter/@yasintavaniaa

4. Update: pelaku saat ini dirawat di RSA UGM karena juga mengalami luka-luka. Semoga kondisinya cepat membaik & bisa mengikuti proses hukum yang berlaku.

Sleman – Penyerang Gereja Santa Lidwina, Sleman, melukai pastor yang sedang memimpin misa saat itu, Romo Karl Edmund Prier. Romo Prier saat ini masih menjalani perawatan.

Romo Prier adalah misionaris asal Jerman yang datang ke Indonesia pada tahun 1964. Romo Prier selama ini dikenal sebagai sosok di balik Pusat Musik Liturgi Yogyakarta.

“Dia kan aktif di PML, masih di PML, mengajar musik inkulturasi budaya kombinasi antara tradisi,” kata Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang, Endra Wijayanto, Minggu (11/2/2018).
Dikutip dari tesis bertajuk ‘BIOGRAFI KARL-EDMUND PRIER PERJALANAN HIDUP DAN KARYA-KARYANYA’ karya Rianti Mardalena Pasaribu, Romo Prier telah banyak berkarya di bidang inkulturasi musik liturgi

Romo Prier belajar musik di Jerman hingga dia terpanggil menjadi biarawan dan melanjutkan studi Novisiat di Serikat Jesuit dan mengambil studi filsafat di Munchen. Pada 1960, datang tawaran untuk tugas misionaris di Indonesia.

Romo Prier merintis Pusat Musik Liturgi Yogyakarta khususnya sebagai wadah inkulturasi musik liturgi. Pada 11 Juli 1971, PML Yogyakarta didirikan.

Dikutip dari laman Facebook PML Yogyakarta, Romo Prier menciptakan beberapa lagu Mazmur. Lagu-lagunya antara lain “Bangkitlah” (MB 319) dan “Misa Raya II” (MB 177 dst.). Beberapa buku karya Romo Prier antara lain Ilmu Bentuk Musik (1996) dan Kamus Musik (2009).

Romo Prier saat ini dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Kabar terakhir, Romo Prier menjalani operasi karena terluka saat diserang.

Romo Prier Korban Penyerangan Gereja di Sleman akan Jalani Operasi

Comments