Whatsapp (+62) 085265421457 / (+65) 081087368 hi@batam-city.com

Dilansir dari straitstimes, Rabu (8/11/2017), Produk tembakau tiruan itu mencakup rokok elektronik, cerutu elektronik, dan pipa rokok elektronik. Amandemen UU tersebut disahkan pada Selasa (7/11/2017) yang menyatakan pelarangan pembelian, penggunaan dan kepemilikan produk tembakau tiruan. Keputusan ini diambil pemerintah Singapura setelah adanya perubahan undang-undang tembakau terkait pengendalian iklan dan penjualan.

Walaupun banyak kalangan di Singapura menolak pelarangan e-cigarrete atau vape, perubahan aturan tetap dijalankan dengan tegas. Peraturan baru ini di Singapura merupakan perpanjangan dari pelarangan penjualan, impor, dan distribusi perangkat bertenaga baterai yang memanaskan cairan dengan kandungan nikotin sehingga menghasilkan uap.

Sekretaris parlemen bidang kesehatan Singapura, Amrin Amin mengatakan, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok di Singapura. Di sisi lain, Louis Ng (Nee Soon GRC) mencatat bahwa Inggris, Selandia Baru dan Amerika Serikat telah melakukan penelitian ekstensif dan mendukung kebijakan yang memungkinkan produk semacam itu.

Louis beranggapan bahwa Singapura “mungkin kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan” dari sebuah kebijakan yang memungkinkan penggunaan produk ini dikendalikan untuk membantu perokok beralih ke rokok listrik dan menghentikan rokok tembakau yang dibakar.

Anggota Parlemen Non-Konstituensi Singapura Leon Perera menyarankan agar membiarkan perokok memiliki “jumlah e-cigarette yang terkontrol ”, namun mereka harus mendaftar ke Health Promotion Board untuk program penghentian merokok. “Tidak mudah bagi perokok untuk berhenti,” katanya. “Pastinya, hal yang manusiawi adalah mengizinkan perokok – keduanya ingin berhenti dan mengurangi konsumsi – sebuah jalan untuk menggunakan produk yang kurang berbahaya?”

Sebelumnya, “negeri singa” ini juga telah mengeluarkan aturan yang menaikkan usia legal bagi perokok menjadi 21 tahun, dari sebelumnya 18 tahun. Peningkatan usia legal perokok itu akan dinaikkan secara bertahap dari 2019 hingga 2021.

Saat ini, ada sekitar 45 persen perokok di Singapura mulai menjadi perokok aktif sejak usia 18-21 tahun. Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, orang yang tidak mulai merokok sebelum usia 21 tahun, tidak akan tertarik untuk merokok seterusnya. 


Sumber:

www.straitstimes.com/politics/mps-question-whether-total-ban-on-e-cigarettes-is-necessary

Comments

%d bloggers like this: